Sebagai pelaku bisnis Urban Pest Control.., rupanya kita semua hanya membutuhkan dan diwajibkan untuk melakukan tiga hal yang akan membuat bisnis kita menjadi luar biasa… bukannya biasa diluar, hehehe (just joke ya friends)., walaupun sangat banyak sekali teori-teori keberhasilan ataupun motivasi bisnis yang membeberkan segala bentuk teori keberhasilan kita. Okey.., saya hanya meramu menjadi 3 (tiga) prinsip dasar prilaku dan kepribadian kita untuk dapat meraih sukses di dalam hidup dan bisnis kita, yaitu antara lain ;
1. Sikap sabar, gigih, semangat, mampu beradaptasi, loyalitas, penuh cinta, dan pantang menyerah
2. Mempunyai karakter yang kuat
3. Memiliki strategi yang hebat

Ketiga kekuatan yang jika kita memilikinya, bukan mustahil akan menjadikan usaha dan bisnis kita dapat tumbuh dengan dasyat., karena didasari pondasi kuat yang didukung 3 (tiga) prinsip dasar di atas. So… kesimpulannya, keberhasilan bisnis Urban Pest Control kita bukan hanya terletak pada kekuatan strategi, inovasi, ataupun prosesnya semata., tetapi 1 (satu) hal terpenting adalah pada kekuatan karakter Budaya Perusahaan kita (corporate culture) atau budaya loyaliatas kita. Mari kita renungkan bersama… apakah kita sudah memilikinya, bahkan sudah menjalankan ketiga prinsip di atas.

Di dunia bisnis Urban Pest Control, keberhasilan suatu pelaku PCO (Pest Control Operator) lebih banyak ditentukan oleh kekuatan nilai-nilai budaya organisasinya. Kita ambil contoh, PCO multinasional di Indonesia sejak era tahun 80 – an sampai sekarang (sebut saja nama-nama besar seperti Rentokil, Terminix, Aardwolf, dan walaupun sekarang sudah terlebur di dalam 1 wadah pest control raksasa dibawah naungan RENTOKIL), tetap berkibar di langit nan biru dikarenakan budaya organisasi yang tertanam kuat di dalam perusahaannya.., jadi bukan karena faktor sosok pendiri atau founder atau chairmannya. Pemandangan ini sangat berbeda dengan PCO nasional yang perlahan namun tidak pasti mulai meredup namanya.., dan konyolnya lagi, PCO-PCO nasional tersebut seperti harimau kehilangan taringnya ketika ditinggalkan oleh leader-leader hebat mereka, termasuk para pendirinya.

Dari contoh di atas, kita dapat mengambil hikmah yang tiada banding.., jika kita pelaku bisnis Pest Control anak negri dapat menjadi PCO hebat dan dapat bersaing dengan PCO multinasional jika kita memiliki 3 (tiga) elemen budaya diatas.

Konsep strategi yang saya ulas di atas, merupakan konsep sederhana yang tersedia di alam.., karena alam raya selalu memberikan dan menyediakan segala inspirasi dan bentuk konsep kehidupan yang dibutuhkan oleh manusia.

Mari kita melihat sejenak ke chapter motivasi artikel sebelah… Kita semua pasti sudah sering mendengar nama sekelompok ikan yang hidup di perairan iklim sedang sampai beriklim dingin. Yaaa… mereka adalah kelompok ikan ‘Salmon’. Jenis ikan yang sering digunakan oleh para pakar nutrisi untuk dijadikan pakan kudapan bergizi (karena mengandung omega 3 dan omega 6) yang dibutuhkan untuk masa pertumbuhan dan kecerdasan otak kita. Pernah mendengar tetapi belum pernah mencicipinya ??? hehehe.., karena harganya yang relatif mahal, yang konon katanya sepotong daging ikan tersebut dengan berat 100 gram dapat mencapai harga ±400K rupiah… fantastis. (Mungkin karena cerita hidupnya yang menjadikan mereka mahal, hehehe..)

Sampai saat ini para ahli zoologi belum dapat memastikan, apakah ikan salmon masuk kedalam kelompok ikan air tawar ataupun kelompok ikan air laut… karena habitat mereka di kedua perairan tersebut.

Yukkk kita mulai ceritanya… Pada saat bertelur, ikan salmon senang mencari perairan dimana masih alaminya air keluar dari sumber mata air.., ya tepatnya didaerah hulu sungai. Mereka menempatkan telur-telurnya di balik bebatuan dan pasir-pasir sungai, sampai akhirnya dibuahi oleh spermatozoa dari ikan salmon jantan. Setelah menetas, mereka hidup di hulu sungai lebih kurang 1 (satu) tahun lamanya untuk menjadikan mereka ikan besar. Setelah besar… mulailah mereka melakukan petualangan hidupnya menyusuri sungai menuju muara dan lautan lepas secara bersama-sama. Tiba dilautan lepas, mereka lalu beradaptasi dengan air laut yang bukan habitat awal mereka (perpindahan dari habitat air tawar ke habitat air asin). Cukup panjang waktu mereka hidup mengarungi samudra luas untuk menjadikan mereka kelompok ikan yang cerdas dan tangguh. Dalam kurun waktu 4 – 7 tahun lamanya, dan kelompok ikan salmon tersebut sudah matang secara seksual.., mereka secara serentak dan bersama kembali ke habitat awal mereka ke kampung halamannya tercinta.., yaitu hulu sungai tempat mereka awal mengenal dunia. Secara beriringan mereka melawan arus sungai yang deras, terkadang harus melompati arus jeram dan air terjal, menghadapi predator alami mereka sang beruang.., dan pastinya manusia yang mengincar mereka untuk dijadikan santapan yang lezat.

Ada satu sisi kehidupan yang dapat kita ambil untuk pribadi kita dari mereka. Pertama, dalam perjalanan pulang ke kampung halaman mereka, mereka harus berpuasa diperjalanan yang membutuhkan waktu lebih dari setahun.. (tetapi Tuhan selalu menciptakan makhluknya dengan segala kelebihan mereka). Mereka tidak makan dikarenakan tidak adanya ketersediaan makanan mereka dan derasnya jeram sungai. So kalau berhenti sebentar, otomatis mereka akan terseret arus sungai kembali. Kedua.., mereka dapat kembali ke titik nol kampung halamannya tanpa adanya alat bantu atau navigasi seperti GPS diera sekarang. Daya ingat mereka, termasuk para pemimpinnya dapat memberikan jalan dan arah yang benar kepada kelompok ikan tersebut.

Okey., setelah melalui perjalanan yang panjang, berbahaya, dan melelahkan… sampailah kelompok ikan salmon tersebut di kampung halamannya. Dan tanpa pikir panjang dan berulang-ulang., sang betina segera mengeluarkan telur-telurnya dan sang jantan melepaskan spermatozoa ke perairan. Setelah itu mereka dengan rela meninggalkan dunia fana ini. Jauh-jauh dari lautan ke hulu sungai dengan segala aral rintangan, mereka lakukan hanya untuk meregang nyawa demi cinta dan loyalitas kepada keturunannya.

Dari hikayat tersebut., apa ya yang mereka cari..??? Dari Hulu ke lautan.., setelah sampai di lautan kembali lagi ke hulu. Dan setelah berkembang biak, mereka dengan rela meninggalkan dunia ini tanpa syarat dan diteruskan oleh generasi mereka berikutnya.
Jawabannya sederhana saja, mereka mengajarkan filosofi kehidupan yang tulus tanpa pamrih kepada kita.., perjuangan yang gigih dan penuh cinta yang mereka lakukan untuk kembali ke hulu untuk kelangsungan generasi speciesnya. Dan terpenting, mereka memberikan pelajaran hidup yang penuh makna… hidup harus dipenuhi dengan kerja keras, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dan loyalitas terhadap kodratnya agar hidup kita dapat bermakna dan indah jika kita menjalani dengan penuh ke-ikhlasan.

Sekilas inspirasi hidup yang kita dapatkan dari sekelompok ikan Salmon… Hidup adalah Perjuangan, hidup adalah keikhlasan, hidup adalah ketangguhan, strategi, dan adaptasi, terakhir… hidup adalah loyalitas dan cinta terhadap orang-orang di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *