Insektisida tidak hanya gagal mengendalikan nyamuk, penelitian terbaru menunjukkan, insektisda benar-benar memungkinkan serangga penghisap darah tersebut untuk terus berkembang, dengan cara membunuh predator mereka. Studi yang diterbitkan pada Mei 2019 di journal Oecologia, mengungkapkan penemuan terbaru tentang bagaimana insektisida dapat berdampak negatif terhadap ekosistem. Pada penelitian di Kosta Rika, nyamuk telah berevolusi menjadi resistensi terhadap insektisida umum yang digunakan untuk membasmi mereka.

Insektisida tidak hanya gagal mengendalikan nyamuk… penelitian menunjukkan, nyamuk dapat terus berkembang lebih subur pada habitatnya, karena insektisida dapat membunuh predator nyamuk dan serangga lainnya. Sementara itu, predator yang terbasmi dengan popualsi yang lebih kecil dari nyamuk… tidak dapat mengimbangi pertumbuhan nyamuk tersebut di area habitatnya, dan populasi nyamuk berkembang dengan cepat.

Para peneliti / tim ahli di sebuah perkebunan jeruk dan hutan asli yang tidak dirawat, beberapa diantaranya mendapatkan perlakuan insektisida (dimethoate) selama lebih dari 20 tahun.., didapatkan populasi nyamuk di perkebunan jeruk tersebut 2X lebih banyak daripada populasi hutan asli. Larva Damselfy sebagai predator utama larva nyamuk, secara mencolok dan drastis hilang dari perkebunan jeruk. Pada scala laboratorium, para peneliti melakukan percobaan dengan dimethoate… menemukan nyamuk perkebunan jeruk dapat mentoleransi konsentrasi insektisda 10X lebih tinggi daripada nyamuk hutan alami. Menurut FX. Koesharto, pakar parasitologi dan entomologi kesehatan Institute Pertanian Bogor, sebaiknya penggunaan insektiisida secara terus menerus dengan metode kerja dan dosis yang sama di area tertentu… tidak lebih dari 2 tahun lama pemakaiannya untuk menghindari terjadinya resistensi.

Don Yee, ahli ekologi serangga dari South Mississippi University, menjelaskan fenomena lain yang disebut sebagai pelepasan kompetitif.., dimana beberapa objek (nyamuk yang diberi perlakuan insektisida) dapat menurunkan kembali satu generasi berikutnya yang lebih dapat mentoleransi insektisida dalam satu generasi. Dengan telah mengurangi kepadatan larva dan populasi nyamuk, maka memungkinkan larva yang tersisa (tidak terbasmi) untuk tumbuh lebih besar… dan larva yang lebih besar akhirnya menghasilkan lebih banyak telur untuk generasi berikutnya. Pastinya larva yang terjadi dari telur-telur tersebut akan dapat lebih mentoleransi insektisda lebih tinggi daripada indukan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *